top of page
DSCN0949.JPG

Launching Perdana IGBC Menuai Banyak Apresiasi Dan Pujian

IGBC (Indonesian Genetic and Biodiversity Community) merupakan komunitas yang bergerak di bidang pengkajian genetik dan biodiversitas khususnya Flora dan Fauna yang bersifat endemik dan lokal Indonesia. IGBC terbentuk dari inisiasi peneliti/dosen yang berasal dari delapan kampus di Indonesia yaitu Universitas Islam As-Syafi’iyah, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Muhhamadiyah Sidoarjo, Universitas Brawijaya, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Negeri Padang, Universitas Airlangga dan Universitas Negeri Malang Serta  Malang Birding Tour, yang bergerak dalam bidang avitourism.

​

Komunitas yang masih berumur jagung ini mencoba melebarkan sayapnya dengan mengadakan kerjasama perdana dengan Universitas Islam As-Syawiyah Jakarta. Agenda pertama tersebut berupa Seminar dan Workshop Bioinformatika dengan tema “Use of DNA Barcoding From Theory to Practise” Acara ini di ikuti sebanyak 38 peserta dari kuota 35 peserta. Kelebihan peserta ini guna menampung antusias yang berlebih. “masih banyak peserta yang belum bisa kami tampung dan terpaksa kami tolak akibat penuhnya kapasitas ruangan dan personil yang ada “ ujar Miftahul Jannah, M.Sc selaku Ketua IGBC. Data peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai instansi di Indonesia yaitu Puslit LIPI, Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, UNY, Universitas Aceh, Univ matlaul anwar, UNAS, MH thamrin. Univ gorontalo, PT Masaeng Bogor, UGM, IPB, dan Univ Bengkulu. Latar belakang peserta tersebut beragam dari kalangan praktisi, Sarjana, Magister, Doktor dan Profesor imbuh Miftah dengan lantang dan semangatnya.

​

Menurut Dwi anggorowati Rahayu, M.Si selaku Pengurus IGBC dan Pemateri II mengatakan “Goal dari IGBC adalah membuat data DNA Barcode Flora dan Fauna Indonesia melalui upload data dan publikasi pada Barcodinglife.org, Konservasi Genetik, Karakterisasi Kelainan genetik secara molecular, dan identifikasi keanekaragaman idonesia, karena pada saat ini masih sangat kurang”. Acara yang berlangsung sehari tersebut seketika mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, Hal tersebut disampaikan oleh panitia penyelenggara bahwa beberapa peserta langsung menawarkan kerjasama dengan komunitas ini. Selain itu 100% peserta yang hadir pada acara worksop tersebut mengisi daftar keikutsertaan sebagai anggota komunitas IGBC.

​

Nia Kurniawan, D.Sc (ahli Herpertofauna Indonesia) selaku Pembina IGBC mengungkapkan “ ini langkah awal yang bagus dan kita harap (red: tetap) konsisten, potensi di luar sana banyak untuk mengeksplore (red:Biodiversitas) Indonesia”.  Nia yang juga Manager dari Lab Biosains Universitas Brawijaya juga mengharapkan acara serupa harus tetap konsiten dijalankan, “Target selanjutnya di jawa” lanjut Nia secara ringkas.

​

​

bottom of page